Menginjak 20 Tahun

 Awal 20 tahun, aku belajar apa saja?

 

14 Januari. Tepat aku berada di usia 20 tahun 2 bulan, terhitung masih perjalanan awal di usia 20 tahun. Aku senang, di awal usia 20 tahunku ini aku sudah belajar sebuah hal berharga. Dulunya aku berpikir bahwa hal ini mungkin tidak akan terjadi karena ya cukup bisa dibantah dengan logika. “Apakah lambat laun kita akan kehilangan orang-orang yang dulunya sangat dekat dengan kita karena perbedaan tujuan hidup?”, jujur, dulu ku rasa tidak mungkin. Aku berpikiran bahwa setiap orang pasti memiliki tujuan hidup yang berbeda, jika kita bisa berpisah karena itu, maka akan besar sekali kemungkinan tidak akan ada hubungan yang bisa bertahan sangat lama. Namun, ternyata semakin dewasa, itu semakin sangat mungkin terjadi. Suatu hal berharga yang kusematkan dalam catatan kalender Januari 2022 ku adalah, “Jangan memaksa mereka yang tidak mau mendekat. Jangan pernah bertumpu pada manusia lain”. Kalimat tersebut aku tulis saat aku mendapatkan kenyataan bahwa mempertahankan hubungan dengan orang lain yang memiliki kehidupan berbeda dengan diri sendiri merupakan suatu hal yang cukup sulit.

 

Aku sempat mempertanyakan pada diriku sendiri. Aku tidak mau perasaanku hanya perasaan sesaat, dalam artian, mungkin ini bisa dibilang overthinking, tetapi aku memikirkan terus menerus untuk meyakinkan bahwa apa yang aku rasakan bukan perasaan sesaat, bisa saja pikiran ini muncul karena emosi sesaat misalnya. Lalu, setelah memikirnya, benar saja rasanya. Kita memang tidak bisa memaksa orang lain yang tidak mau mendekat untuk mendekat. Kita tidak bisa meletakkan kebahagiaan diri di tangan orang lain. Hal tersebut jelas sekali merupakan suatu perbuatan yang salah. Hidup untuk diri sendiri itu terkadang bukan menjadi suatu yang egois (ini pikiranku sampai saat ini, kita tidak tahu bagaimana hidup menerpaku kedepannya). Kebahagiaan kita ada pada diri kita sendiri. When we think we should be happy, then we should.

 

Aku sedikit khawatir, kalian bingung maksud tujuan ku menulis ini apa. Sebenarnya sudah jelas intinya bahwa aku ingin menyampaikan kepada kalian untuk tidak memaksakan orang lain dekat dengan kita jika mereka tidak ingin, itu saja. Kalimatnya sederhana, realitanya tidak sesederhana itu, akan ada perasaan sangat membutuhkan orang lain, rasa tidak mau kehilangan sahabat terdekat, dan rasa-rasa manusiawi lainnya. Akan tetapi, percayalah, kita akan selalu didekatkan dengan orang-orang yang memang baik untuk kita. Melepaskan circle pertemanan yang merugikan dan mengganggu diri untuk berkembang bukan sesuatu yang salah. Menjalin hubungan baik dengan setiap manusia itu kewajiban, tetapi mempertahankan siapa yang berada di dekat kita adalah sebuah pilihan. Maka dari itu, di usia 20 tahunku ini, akan selalu ku ingat, bahwa aku sebagai manusia tidak bisa lepas dari manusia lain, tetapi bukan berarti kebahagiaanku berdasarkan kebahagiaan orang lain, dan aku tidak akan memaksa diri atau orang lain menjalin hubungan yang tidak menguntungkan satu dengan yang lain. 

Komentar